Print

BEM UR PROTES FORM A5 TIDAK BISA DIGUNAKAN MEMILIH

PEKANBARU (KPU) – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR) melakukan unjuk rasa ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau, Senin (29/04/2019) terkait form A5 yang tidak bisa digunakan pada saat hari pencoblosan Rabu, 17 April 2019. Bertempat di halaman kantor KPU Riau Jl. Gajahmada Nomor 200 Pekanbaru.

 

Dengan membawa kurang lebih 70 orang mahasiswa mereka menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya pertama bahwa kebijakan form A5 dinilai gagal, karena faktanya form A5 tidak bisa digunakan pada saat hari pencoblosan. kedua bahwa KPU harus merubah mekanisme pemilihan umum 2019 yang diselenggarakan secara serentak karena menimbulkan begitu banyak korban berjatuhan terutama para petugas KPPS. Sebelumnya mereka juga menyampaikan bahwa kenapa protes kali ini tidak ada ditanggapan sama sekali dari para komisioner.

Bahkan sebagai bentuk kekesalah masa pendemo, mahasiswa melakukan pembakaran terhadap form A5 didepan Kantor KPU Riau, sambil terus melakukan orasi kekecewaan serta penilaian kegagalan KPU menyelenggaraan Pemilu 2019 khususnya di Provinsi Riau.

Setelah beberapa saat kemudian Ketua KPU Riau Ilham Muhammad Yasir menemui para pendemo yang didampingi oleh aparat kepolisian dari Polsek Kota Pekanbaru. Dalam penjelasannya Ilham menyampaikan bahwa KPU sudah melakukan sosialisasi terkait batas akhir masa pengurusan surat pindah memilih seperti yang tertuang dalam form A5, bahkan memperpanjang masa pendaftaran hingga 3 kali.

“KPU melalui kebijakannya telah memperpanjang masa pelaporan pindah memilih, bahkan hingga 3 kali pasca putusan MK,” ungkap Ilham. dihadapan para pendemo siang itu. KPU telah menetapkan DPT, DPTb hingga DPTb2 untuk mengakomodir masyarakat yang belum terdaftar bahkan memberi keleluasaan kepada masyarakat dengan alasan tertentu agar dapat memilih atau menggunakan hak pilihnya ditempat lain melalui form A5, namun kebanyak justru mengurus surat pindah memilih diakhir masa yang sudah ditetapkan.

KPU tidak serta merta dapat memenuhi permintaan kekurangan surat suara seperti para pemilih yang tergolong menjadi Daftar Pemilih Khusus (DPK), karena sesuai ketentuan pemilih dengan kategori DPT dapat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan alamat yang tertera di e-KTP selama surat suara masih tersedia.

Pasca mendengarkan penjalasan dari Ilham, masa pendemopun membubarkan diri dengan tertib, ditemui diruangannya Ilham menyampaikan bahwa bentuk demo mahasiswa kali ini tergolong wajar dan terkait beberapa poin tuntutan mahasiswa KPU Riau akan mempertimbangkan dan membawa masalah ini ke pusat sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan pemilu serentak secara menyeluruh.

(Hupmas/myd)